Jumat, 30 September 2016

Analisis Usaha Kost Kostan di Pamulang Berdasarkan Teori Utilitarianisme



1.      Pendahuluan
1.1 Latar Belakang

                  Daerah Sekitar kampus  merupakan pasar yang potensial bagi setiap pemilik modal yang ingin membuka usahanya baik yang berhubungan dengan sektor jasa mupun barang. Salah satu usaha jasa yang umumnya terkenal adalah usaha penyewaan tempat tinggal sementara atau yang biasa disebut dengan kos. Banyak pemilik modal yang menanamkan modalnya untuk bisnis kos ini karena bisnis kos merupakan bisnis yang potensial dan tidak terikat oleh waktu sehingga sampai kapanpun bisnis ini tetap dibutuhkan khususnya bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota.
                  Banyak kos yang sudah berdiri di sekitar daerah sekitar Universitas Pamulang . Kos yang ada pun bermacam-macam baik dari segi fasilitas dan harga yang ditawarkan. Oleh karena itu dibutuhkaan strategi pemasaran yang tepat agar menarik konsumen.
                  Dari awal berdirinya sampai saat ini kost ini masih tetap menarik konsumen untuk menyewa tempat itu sebagai tempat tinggal sementaranya. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa saja yang memilih untuk bertempat tinggal sementara disana tetapi ada juga karyawati yang juga tinggal disana.
            Dengan adanya latar belakang dari permasalahan ini penulis mengkaji tentang strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan bisnis antar kos di daerah sekitar Universitas Pamulang  karena dari sekian banyak kost yang ada kost ini masih menjadi pilihan bagi mahasiswa maupun karyawati yang ingin bertempat tinggal sementara di daerah sekitar kampus Universitas Pamulang.
Kualitas pendidikan disetiap daerah di Indonesia berbeda, hal itu akan terlihat mencolok apabila membandingkan kualitas pendidikan di daerah terpencil dengan pendidikan yang letaknya di perkotaan. Karena itu banyak pemuda pemudi yang merantau dari daerahnya untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi dengan kualitas pendidikan yang lebih baik. Dengan adanya peristiwa tersebut, di daerah yang memiliki sekolah bermutu baik akan menarik banyak pemuda pemudi untuk menuntut ilmu disana. Dikarenakan jauhnya jarak serta lamanya waktu untuk menuju sekolah dari rumah, warga setempat berinisiatif untuk membuka suatu usaha salahsatunya yaitu penyewaan kamar kost.

Apabila diamati secara mendalam, perbedaan perilaku dan kebiasaan remaja yang tinggal dengan orangtuanya tentu berbeda dengan remaja yang hidup terpisah dengan keluarga karena kost. Perbedaan tersebut antara lain, perbedaan pengeluaran, kemandirian, kebebasan dalam bergaul dan sebagainya

2.      Teori
2.1 Pengertian
Utilitarianisme adalah paham dalam filsafat moral yang menekankan manfaat atau kegunaan dalam menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar, untuk menentukan bahwa suatu perilaku baik jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat. dalam konsep ini dikenal juga “Deontologi” yang berasal dari kata Yunani “deon” yang berarti kewajiban. Deontologi adalah teori etika yang menyatakan bahwa yang menjadi dasar baik buruknya suatu perbuatan adalah kewajiban seseorang untuk berbuat baik kepada sesama manusia, sebagaimana keinginan diri sendiri selalu berlaku baik pada diri sendiri.
Menurut paham Utilitarianisme bisnis adalah etis, apabila kegiatan yang dilakukannya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya pada konsumen dan masyarakat. jadi kebijaksanaan atau tindakan bisnis yang baik adalah kebijakan yang menghasilkan berbagai hal yang baik, bukan sebaliknya malah memberikan kerugian.
2.2 Jenis Utilitarianisme
      Teori utilitarianisme dibedakan menjadi dua, yakni:

1.       Utilitarianisme tidakan
Utilitarianisme tidakan yaitu sebuah tindakan dianggap baik jika tindakan itu membawa kesan yang menguntungkan.
2.       Utilitarianisme peraturan
Utilitarianisme peraturan yaitu sesuatu dipandang baik kalau tindakan itu berguna dan tidak melanggar peraturan yang ada.


2.3 Analisis Keuntungan dan Kerugian
  • Keuntungan dan kerugian (cost and benefits) yang dianalisis jangan semata-mata dipusatkan pada keuntungan dan kerugian bagi perusahaan, kendati benar bahwa ini sasaran akhir. Yang juga perlu mendapat perhatian adalah keuntungan dan kerugian bagi banyak pihak lain yang terkait dan berkepentingan, baik kelompok primer maupun sekunder. Jadi, dalam analisis ini perlu juga diperhatikan bagaimana daan sejauh mana suatu kebijaksanaan dan kegiatan bisnis suatu perusahaan membawa akibat yang menguntungkan dan merugikan bagi kreditor, konsumen, pemosok, penyalur, karyawan, masyarakat luas, dan seterusnya. Ini berarti etika utilitarianisme sangat sejalan dengan apa yang telah kita bahas sebagai pendekatan stakeholder.
  • Seringkali terjadi bahwa analisis keuntungan dan kerugian ditempatkan dalam kerangka uang (satuan yang sangat mudah dikalkulasi). Yang juga perlu mendapat perhatian serius adalah bahwa keuntungan dan kerugian disini tidak hanya menyangkut aspek financial, melainkan juga aspek-aspek moral; hak dan kepentingan konsimen, hak karyawan, kepuasan konsumen, dsb. Jadi, dalam kerangka klasik etika utilitarianisme, manfaat harus ditafsirkan secara luas dalam kerangka kesejahteraan, kebahagiaan, keamanan sebanyak mungkin pihhak terkait yang berkepentingan.
  • Bagi bisnis yang baik, hal yang juga mendapat perhatian dalam analisis keuntungan dan krugian adalah keuntungan dan kerugian dalam jangka panjang. Ini penting karena bias saja dalam jangka pendek sebuah kebijaksanaan dan tindakan bisnis tertentu sangat menguntungkan, tapi ternyata dalam jangka panjang merugikan atau paling kurang tidak memungkinkan perusahaan itu bertahan lama. Karena itu, benefits yang menjadi sasaran utama semua perusahaan adalah long term net benefits.



Kelemahan Etika Utilitarianisme
  • Manfaat merupakan konsep yang begitu luas sehingga dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit.
  • Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan niali suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya.
  • Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang.
  • Variable yang dinilai tidak semuanya dapat dikualifikasi.
  • Seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarianisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dalam menentukan prioritas di antara ketiganya.
  • Etika utilitarianisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas.


3.      Analisis

            Bisnis kost kostan ini membuat usaha lain juga ikut berdatangan, seperti warung, laundry dan gerai pulsa. Hal ini merupakan sesuatu yang positif karena membantu perputaran uang terjadi di daerah tersebut dan membantu perekonomian orang-orang yang tinggal di daerah tersebut. Selain itu, penghuni kos mendapat kemudahan ketika berangkat ke luar atau ke tempat kerja, karena lokasi rumah kos yang strategis. Penghuni kos tidak perlu susah payah untuk mencari tanah kosong, membangun rumah dari awal, karena tersedia rumah kos tersebut yang menyediakan jasa tempat tinggal dengan metode pembayaran sewa yang dibayar tiap bulan. Selain itu juga rumah kos tersebut tidak terlalu jauh dari rumah ibadah seperti masjid dan gereja, sehingga memudahkan penghuninya untuk pergi beribadah. Dari segi sosial, rumah kos tersebut merupakan sarana/wahana dalam mencari teman baru. Sering saya temukan ketika berkunjung ke rumah kos tersebut, penghuni-penghuninya sering menghabiskan waktu bersama, seperti bermain kartu, becanda, merayakan tahun baru bersama dan banyak kegiatan sosial lainnya.
            Menurut teori Utilitarianisme, usaha rumah kos tersebut memberikan manfaat bagi banyak orang terutama penghuni kos tersebut, dari sisi finansial, sosial, religius dan masih banyak lagi. Hal ini ditunjukkan dengan manfaat yang diterima oleh orang banyak ketimbang pihak individual.

Berdasarkan analisis di atas, maka ditemukan bahwa tujuan usaha rumah kos harus dirombak lebih lanjut agar tujuannya tidak hanya memperoleh laba semata, melainkan juga menjaga lingkungan sekitarnya agar bebas dari polusi. Selain itu juga diperlukan rasa peduli yang tinggi dari penghuni rumah kos agar tercipta nuansa yang lebih tenang  di rumah kos tersebut.




Minggu, 29 Mei 2016

SINTESIS



Sintesis (berasal dari bahasa Yunani syn = tambah dan thesis = posisi) yang biasanya berarti suatu integrasi dari dua atau lebih elem yang ada yang menghasilkan suatu hasil baru. Istilah ini mempunyai arti luas dan dapat digunakan ke fisika, ideologi, dan fenomenologi.
Sintesis/sin·te·sis/ /sintésis/ n 1 paduan (campuran) berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras.
Contoh Membuat Sintesis:
  1. Pengertian Strategi
Menurut William F. Glueck dan Lawrence R. Jauch dalam Dr. H. Nana Herdiana Abdurrahman, S.E., Ak., M.M. (2000 : 197), Strategi adalah suatu kesatuan rencana yang menyeluruh, komprehensif, dan terpadu yang diarahkan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Menurut Chandler dalam Freddy Rangkuti (1992 : 3), Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya.
Menurut Learned, Christensen, Andrews, dan Guth dalam Freddy Rangkuti (1965 : 3), Strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. Dengan demikian salah satu focus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak ada.
Menurut Argyris dalam Freddy Rangkuti (1985 : 4), Mintzbreg dalam Freddy Rangkuti (1979 : 4), Steiner dan Miner dalam Freddy Rangkuti (1977 : 4), Strategi merupakan respons secara terus-menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat memengaruhi organisasi.
Menurut Porter dalam Freddy Rangkuti (1985 : 4), Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing.
Menurut Andrews dalam Freddy Rangkuti (1980 : 4), Chaffe dalam Freddy Rangkuti (1985 : 4), Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholders, seperti stakeholders, debtholders, manajer, karyawan, konsumen, komunitas, pemerintah, dan sebagainya, yang baik secara langsung maupun tidak langsung menerima keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan oleh perusahaan.
Menurut Hamel dan Prahalad dalam Freddy Rangkuti (1995 : 4), Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, perencanaan strategi hamper selalu dimulai dari “apa yang dapat terjadi”, bukan dimulai dari “apa yang terjadi”. Terjadinya kecepatan inovasi pasar baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetisi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
Jadi, Strategi adalah taktik atau cara yang direncanakan/ disusun oleh suatu perusahaan agar dapat mencapai tujuan perusahaan tersebut.
  1. Pengertian Pemasaran
Menurut Djaslim dalam Dr. H. Nana Herdiana Abdurrahman, S.E., Ak., M.M. (2003 : 2), Pemasaran adalah suatu system total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi, mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
Menurut Kotler dan Armstrong dalam Dr. H. Nana Herdiana Abdurrahman, S.E., Ak., M.M. (2009 : 2), Pemasaran di definisikan sebagai suatu fungsi organisasi dan seperangkat proses yang menciptakan…..komunokasikan menyampaikan…..pada pelanggan dan untuk mengelola kerelasian pelanggan untuk mencapai benefit bagi organisasi (stakeholder).
Menurut Kotler (2004 : 7) , Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalam individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Menutut Boyd (2000 : 4), Pemasaran adalah suatu proses yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain.
Menurut Downey (2002 : 3), Pemasaran didefinisikan sebagai telaah terhadap aliran produk secara fisik dan ekonomik dari produsen melalui pedagang perantara sampai ke tangan konsumen.
Jadi, Pemasaran adalah suatu proses yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting seperti menciptakan produk, menawarkan serta memperkenalkan produk, mementukan harga, menyalurkan/ mendistribusikan barang-barang agar konsumen tertarik terhadap produk yang kita tawarkan dan dapat mencapai tujuan perusahaan.
Referensi:



GEOPARK CILETUH


Geopark Ciletuh merupakan salah satu tempat wisata yang terletak di kawasan Jampang tepatnya Kec. Ciemas Kabupaten Sukabumi. Bernama Ciletuh karena ada sungai Ciletuh yang membelah Kecamatan Ciemas. Disana terdapat tebing/ bukit, pegunungan, air terjun (curug), kebun teh, laut serta sawah.
Pada tanggal 8 Mei 2016 saya bersama 5 teman saya yaitu Andre, Rendi, Reyn, Robbi, dan Ryan pergi ke Geopark Ciletuh, menggunakan mobil pribadi. Kami pergi sekitar pukul 19.30 WIB dari Cibinong-Bogor dan sampai Ciawi sekitar pukul 20.00 WIB. Dari Ciawi kami berhenti sejenak untuk beli makan di daerah Cibadak kemudian melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi dan memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 3 jam 30 menit. Dari Sukabumi menuju Ciletuh memakan waktu sekitar 4 jam. Kami tiba di kawasan Geopark Ciletuh pukul 03.30 WIB. Kami mencari penginapan di sekitar Pantai Palangpang dan akhirnya kami menemukan penginapan Ratu Pantai. Kami menginap disana sekitar 2 hari 1 malam dan membutuhkan biaya sebesar Rp 250.000,-.

Di hari pertama kami menuju ke Curug Cimarinjung yang berada di Desa Ciemas, beberapa kilometer dari pesisir Pantai Palangpang, curug itu sudah bisa terlihat. Suasana pedesaan sangat terasa saat menuju Curug Cimarinjung, saat dalam perjalanan  kita dapat menikmati hamparan sawah di sisi kiri dan kanan. Untuk menuju ke Curug Cimarinjung kita diharuskan berjalan kaki sekitar 400 meter bila diukur dari sebongkah batu rasaksa yang mendakan bahwa kita sudah sampai gerbang masuk menuju curug tersebut. Biaya untuk masuk ke Curug Cimarinjung sebesar Rp 3.000,- per orang. Curug ini memiliki ketinggian sekitar 45 m dan mengalir di Sungai Cimarinjung.
Curug Cimarinjung



Setelah dari Curug Cimarinjung kami kembali ke penginapan untuk istirahat sejenak. Waktu istirahat sudah cukup dan kami bersiap kembali untuk menuju Curug yang lainnya. Curug yang selanjutnya adalah Curug Cikanteh dan Curug Sodong.
Curug Cikanteh dan Curug Sodong berlokasi di Dusun Cikanteh, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Biaya masuk sekitar Rp 5.000,- per orang. Untuk menuju ke curug ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari pusat desa Ciwaru. Untuk menempuh ke Curug Cikanteh cukup sulit karena jalan menuju Curug Cikanteh sedikit menanjak dengan trek yang sangat sempit dan berada di samping jurang yang merupakan bagian pinggir dari sungai yang juga merupakan aliran Curug Sodong, kemudian kita harus menyeberang sungai, melewati batu-batu besar dan menerobos semak-semak. Woww ketika kami sampai di Curug Cikanteh, kami sangat terkesan dengan keindahannya. Langsung saja kami mengabadikan momen saat berada di curug ini. Berjam-jam kami berada di Curug Cikanteh, curug ini terasa seperti milik kami. Bagaimana tidak merasa demikian kalau hanya kita ber 6 lah yang berada disana saat itu.

Curug Cikanteh


 

Ketika sedang asik berfoto hujanpun turun, kami memutuskan untuk pindah ke lokasi selanjutnya yaitu Curug Sodong. Kamipun kembali melawati jalan yang cukup sulit apalagi sedang turun hujan.


Curug Sodong merupakan air terjun terakhir dari rangkaian Curug Cikanteh yang alirannya berasal dari Sungai Cikanteh. Curug Sodong memiliki kolam yang cukup lebar dan sangat dalam.


Curug Sodong

Kami tidak belama-lama ketika di Curug Sodong karena sudah merasa cukup lelah. Kamipun memutuskan untuk kembali ke penginapan karena sudah sore hari. Sesampainya di penginapan kami istirahat sejenak dan mandi. Malam hari tiba, kami memutuskan untuk mencari makan. Disekitar penginapan tidak ada rumah makan atau yang berjualan makanan, yang ada hanya warung kecil yang menyediakan  minuman dan makanan ringan.
Dengan menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit kami menemukan warung yang menjual nasi goreng. Harga nasi gorengnya cukup murah 1 porsi hanya Rp 10.000,-. Setelah makan kami kembali ke penginapan. Sesampainya di penginapan kami merasa jenuh dan memutuskan  bermain kartu.

Penginapan Ratu Pantai

Ga kerasa udah larut malam kami memutuskan untuk tidur karena harus bangun jam 04.00 WIB karena kami akan kembali ke rumah.
Pagi haripun tiba kami bersiap untuk pulang ke rumah, tetapi sebelum kembali ke rumah kami akan ke 1 tempat lagi yaitu ke Tebing Panenjoan atau dikenal dengan Bukit Panenjoan.

Bukit Panenjoan



Panenjoan merupakan sebuah daerah ketinggian/ tebing, dengan ketinggian kurang lebih 250 mdpl yang terletak di kawasan Taman Bumi Ciletuh (Geopark Ciletuh) Desa Taman Jaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Panenjoan berasal dari kata “tenjo” bahasa Sunda, yang artinya “lihat” (tingali). Di bawah tebing Panenjoan bisa di lihat hamparan sawah dan perkampungan warga. Ada 3 desa yang terletak di bawah tebing Panenjoan tersebut, yaitu desa Ciwaru, Mandra Jaya, dan Mekar Sakti. Selain bisa melihat perkampungan warga, kita juga bisa melihat bentang alam berupa deretan bukit-bukit yang berjejer. Selain itu, dari tebing Panenjoan tampak jelas dengan mata telanjang menghampar Samudera Hindia yang membentuk Teluk Ciletuh dengan pesisir Pantai Palangpang beserta pulau kecil.

Setelah selesai mengabadikan moment di Bukit Panenjoan, kami melanjutkan perjalanan kembali ke rumah.
Setelah menempuh perjalanan  yang cukup memakan waktu lama, akhirnya kami tiba di rumah Andre sekitar pukul 16.30 WIB.
Selesai sudah perjalanan kami ke Sukabumi. Buat kalian yang ingin ke sana bisa menggunakan mobil pribadi dan disarankan  menggunakan waze agar mudah menemukan lokasi Geopark Ciletuh. Jangan lupa subscribed dan lihat perjalanan kami di https://www.youtube.com/channel/UCoDHerLo3pCv38PE4_zrU9A dan follow Instagram kami http://instagram.com/goingtoproject. Terima Kasih..

Kamis, 28 April 2016

Analisis Perbedaan Skripsi, Thesis, dan Disertasi



SKRIPSI

NAMA                                   
MUHAMMAD SYAIFUDIN (Jurnal Manajemen Pemasaran, FEB Universitas Brawijaya)

JUDULPENELITIAN          
ANALISIS PENGARUH PRIVASI, KEAMANAN DAN KEPERCAYAAN TERHADAP NIAT UNTUK BERTRANSAKSI SECARA ONLINE DI OLX.CO.ID

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan pola perilaku dan kebutuhan konsumen yang dikarenakan perkembangan teknologi dan arus informasi menjadikan lebih bertingkah laku praktis yang berarti konsumen membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam pemenuhan kebutuhannya. Hal ini menyebabkan terus berubahnya model e-commerce yang dikembangkan dengan pengemasan teknologi dan informasi yang lebih modern. Masyarakat secara umum menyebutkan bahwa e-commerce merupakan jawaban atas kecepatan dan ketepatan pemenuhan kebutuhan dimana e-commerce menawarkan salah satu keunggulan kompetitifnya yaitu menghapus konsep ruang dan waktu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh privasi, keamanan, dan kepercayaan terhadap niat bertransaksi secara online di OLX.co.id baik secara simulutan maupun parsial serta mengetahui dan menganalisis variabel independen manakah yang berpengaruh dominan terhadap niat bertransaksi secara online di OLX.co.id.
Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research dengan metode suvei dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 responden. Tehnik pengambilan sampel tersebut diperoleh dengan menggunakan metode Accidental Sampling. Sumber data menggunakan data primer dan menggunakan data sekunder yaitu literatur dan dari internet. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis melalui bantuan program SPSS, yaitu: Analisis Regresi Linear.
Dari hasil penelitian dengan langkah-langkah yang dijelaskan di atas diperoleh hasil bahwa berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda dengan menggunakan uji F(simultan) maka dapat disimpulkan bahwa variabel privasi, keamanan, dan kepercayaan memiliki pengaruh secara simulutan atau serentak terhadap variabel niat bertransaksi, kemudian hasil analisis uji t dapat disimpulkanvariabel privasi, keamanan, dan kepercayaan berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel niat bertransaksi, dan berdasarkan hasil koefisien regresi (StandardizedCoeffucients Beta) masing-masing, maka dapat ditemukan bahwa variabel yang berpengaruh dominan terhadap niat bertransaksi secara online di OLX.co.id adalah variabel keamanan.

Katakunci: E-commerce, Privasi, Keamanan, Kepercayaan dan Niat Bertransaksi
Manfaat Penelitian
1.      Bagi Penulis. Dapat memperluas wawasan dan pengetahuan serta sebagai dasarperbandingan sejauh mana teori-teori yang diperoleh selama kuliah, sehingga dapatdiketahui relevansi teori dengan kondisi yang ada di lapangan.
2.      Bagi Perusahaan. Sebagai wacana dalam melihat prospek dari kegiatan pemasaran yang berbasis online, sebagai pertimbangan dalam menentukan strategi pemasaran berikutnya mengingat semakin berkembangnya pemasaran berbasis online. 
3.      Bagi Institusi Pendidikan dan Lembaga Penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi dan member sumbangan pemikiran bagi perkembangan ilmu pengetahuan di bidang manajemen pemasaran khususnya pemasaran secara online yang ditengarai sebagai konsep pemasaran masa depan.
4.      Bagi Pihak Lain. Hasil penelitian ini diharapkandapat dijadikan sebagai referensi. Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan untuk keperluan pendidikan terutama dalam upaya pengambilan keputusan produk, sehingga hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi peneliti dalam mengembangkan ilmu manajemen pemasaran.








THESIS

NAMA
ADHITYA EKA PERMANA

JUDUL PENELITIAN
ANALISIS PERSEPSI KUALITAS, KESETIAAN MEREK DAN KESADARAN MEREK TERHADAP CITRA MEREK SEPEDA MOTOR HONDA DIBANDAR LAMPUNG

ABSTRAK

Sepeda motor adalah suatu produk bagi masyarakat dimana sebagai salah satu sarana transportasi memberikan banyak kontribusi. Sepeda motor digunakan karena murah dan simpel penggunaannya. Bahkan anak remaja pun dapat mengendarainya dengan mudah. Oleh karena itulah banyak orang yang menggunakan sepeda motor untuk menunjang kegiatannya sehari-harinya. Atas dasar hal ini, para produsen sepeda motor berlomba-lomba untuk dapat memberikan yang terbaik dan memenangkan hati konsumen sehingga ketika dihadapkan dengan banyak pilihan produk sepeda motor, konsumen selalu menjatuhkan pilihan pada produknya.
Untuk itu, produsen sepeda motor tidak hanya dituntut untuk selalu berinovasi pada produknya tetapi juga untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada konsumennya. Dengan begitu maka produsen telah membangun hubungan yang lebih baik dengan para konsumen sehingga memperoleh peluang untuk mendapatkan calon konsumen sebanyak mungkin, dan mendapat keuntungan yang maksimal. Hal ini akan menjadi saluran distribusi dan pemasaran sepeda motor yang mengarah pada pendekatan hubungan antara produsen dengan konsumen dan calon konsumen dan menciptakan persepsi kualitas dan kesadaran akan produk yang baik pada konsumen serta membangun loyalitas konsumen terhadap produk sehingga terciptalah citra produk yang baik di masyarakat luas.
Dapat disimpulkan, beberapa faktor yang mempengaruhi Citra Merek, antara lain : faktor Persepsi Kualitas, Kesetiaan Merek dan Kesadaran Merek. Tesis ini merupakan hasil penelitian mengenai permasalahan tersebut, yaitu tentang bagaimana pengaruh masing-masing faktor Persepsi Kualitas, Kesetiaan Merek dan Kesadaran Merek terhadap Citra Merek sepeda motor Honda di Bandar Lampung.
Adapun hipotesis yang diajukan adalah diduga faktor Persepsi Kualitas, Kesetiaan Merek dan Kesadaran Merek mempunyai pengaruh positif terhadap Citra Merek sepeda motor Honda di Bandar Lampung.
Pengujian dilakukan dengan menggunakan Uji Reliabilitas menggunakan Faktor Analisis dan Uji Validitas menggunakan angka Cronbach’ Alpha dan diperoleh hasil sebagai berikut : Variabel yang memiliki pengaruh terbesar terhadap Citra Merek adalah variabel Kesetiaan Merek, yaitu sebesar 55,7 %.
Berdasarkan hasil jawaban konsumen sepeda motor Honda terhadap variabel penelitian dapat disimpulkan bahwa Persepsi Kualitas, Kesadaran Merek dan Kesetiaan Merek sepeda motor Honda dianggap sudah baik sehingga berpengaruh positif terhadap Citra Merek dengan rata-rata skor 4. Hipotesis menyatakan bahwa Persepsi Kualitas, Kesadaran Merek dan Kesetiaan Merek berpengaruh positif terhadap Citra Merek sepeda motor Honda di Bandar Lampung.

Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk :
1.      Meningkatkan referensi bagi perusahaan pemilik merek tentang tanggapan konsumen atas penerapan kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan.
2.      Menambah referensi bagi peneliti lainnya yang meneliti tentang Ekuitas Merek.










DISERTASI

NAMA
ALIMUDDIN RIZAL RIVA’I (NIM : C5B004003) UNIVERSITAS DIPONOGORO SEMARANG TAHUN 2009

JUDUL PENELITIAN
KEKUATAN MEMAKSA DALAM PEMASARAN RELASIONAL DAN DAMPAKNYA PADA STRATEGIC MARKETING OUTCOMES (Studi Empirik pada Industri Pariwisata di Indonesia)

ABSTRAK

Studi ini diarahkan untuk membangun model teoretikal dasar dan empirikal: Upaya meraih luaran-luaran pemasaran strategis berbasis pada teori pemasaran relasional dan kekuatan/kekuasaan. Mengkonfirmasi dan menguji: dampak kekuatan memaksa terhadap kepercayaan, komitmen relasional, kerjasama pemasaran, nilai-nilai hubungan jangka panjang (loyalitas, keeratan hubungan, dan pesan berantai); dan dampak nilai-nilai hubungan jangka panjang dengan luaran-luaran pemasaran strategis (sinergitas kerjasama, keunggulan posisional bersaing dan kinerja pemasaran).
Studi ini dilakukan pada organisasi bisnis pariwisata di Indonesia. Jumlah responden adalah 190 orang pimpinan/manajer organisasi. Pengukuran variabel penelitian dilakukan dengan menggunakan multiple indicator, kemudian dianalisis menggunakan model persamaan struktural (Structural Equation Modeling)
dengan Software AMOS 5.0., dan SPSS.Ver.11.
Temuan-temuan studi ini adalah: (1)Kekuatan memaksa untuk mematuhi direspon lebih baik daripada tuntutan merubah, namun secara keseluruhan variabel ini tidak merusak kepercayaan bahkan berdampak positif terhadap komitmen relasional, intensitas kerjasama, serta tidak merusak nilai hubungan jangka panjang (2) Kerjasama yang intens akan berdampak positif terhadap loyalitas, keeratan hubungan dan pesan berantai positif, selanjutnya variabelvariabel ini akan menciptakan sinergitas kerjasama (3) Kinerja pemasaran yang tinggi diperoleh dari keunggulan posisional bersaing dan sinergitas kerjasama, yang dilandasi oleh nilai-nilai hubungan jangka panjang. (4) Untuk mengatasi kontroversi (research gap) dalam studi ini dapat diselesaikan dengan memposisikan kekuatan/kekuasaan dan kepercayaan sebagai basis relasional yang merupakan anteseden dari komitmen relasional dan intensitas kerjasama. Selanjutnya, nilai-nilai hubungan jangka panjang merupakan modal sosial untuk memperoleh luaran-luaran pemasaran strategik. Sinergitas kerjasama diposisikan sebagai variabel mediasi antara hasil-hasil keperilakuan dalam pemasaran relasional dengan hasil-hasil pemasaran strategik. Jadi, orisinilitas temuan dalam studi ini adalah jalinan hubungan pemasaran antar organisasi akan mencapai kinerja pemasaran yang lebih tinggi bila berbasis pada teori pemasaran relasional dan kekuatan/kekuasaan.
Rekomendasi studi ini, adalah: untuk membangun kerjasama pemasaran harus didasarkan pada basis pasar dan basis sumberdaya secara terintegrasi. Pada level operasional dan kebijakan publik perlu dikembangkan industri pariwisata di Indonesia dengan memformulasikan sebuah Strategi pengembangan pariwisata berbasis pada sumberdaya dan budaya lokal.

Kata Kunci : Kekuatan memaksa, Kepercayaan, Komitmen Relasional, Kerjasama,
Nilai Hubungan Jangka Panjang, Luaran-Luaran Pemasaran Strategik,
Sinergitas, Keunggulan Posisional Bersaing dan Kinerja Pemasaran
Manfaat Penelitian
·         Manfaat Teoretis, adalah:
1.      Untuk memberikan sumbangan pemikiran dan pengayaan teori-teori dalam lingkup market based view dan resources based view, tentang: teori pertukaran sosial (social exchange theory): perilaku pertukaran relasional (relational exchange behavior), kepercayaan-komitmen relasional (the commitment-trust theory); dan teori kekuatan/kekuasaan (power theory) dalam pemasaran relasional (relationship marketing).
2.      Sebagai wahana pengayaan teoretikal dan konseptual dalam ilmu manajemen pemasaran strategik yang berkaitan dengan hubungan antar organisasi (inter-organizational/firm relationship) dalam konteks modal sosial dan hasil-hasil pemasaran strategik (strategic marketing outcomes), berupa: sinergitas kerjasama (co-operation synergy), keunggulan posisional bersaing (competitive positional advantage) dan kinerja pemasaran (marketing performance).
·         Manfaat Praktis, adalah:
1.      Sebagai bahan leteratur bagi praktisi untuk memilih apa yang dapat dikembangkan dalam melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang berkepentingan, khususnya dalam konteks pertukaran relasional untuk menjalankan hubungan antar perusahaan/organisasi.
2.      Sebagai bahan untuk memahami, bagaimana kekuatan/kekuasaan memaksa (coercive power), kepercayaan (trust), komitmen relasional (relational commitment) dapat digunakan untuk menjalin hubungankerjasama (cooperation), dan menciptakan, membangun, memelihara danmempertahankan hubungan jangka panjang, menciptakan sinergitaskerjasama dengan pemangku kepentingan untuk meraih keunggulanposisional bersaing dan mencapai kinerja pemasaran yang optimal.
3.      Sebagai bahan leteratur bagi praktisi untuk membuat kebijakan-kebijakanyang berkaitan dengan strategi kerjasama dengan pendekatan manajemenpemasaran strategik dan perilaku sosial.

PERBEDAAN SKRIPSI, THESIS, DAN DISERTASI
1
Jenjang
S1
S2
S3 (tertinggi)
2
Permasalahan
Di angkatdaripengalaman empiric dantidakmendalam
Diangkatdaripengalamanempirikdanteoritik, bersifat  mendalam
Diangkatdarikajianteoritik yang didukungfakta empiric yang bersifatsangatmendalam
3
Kemandirianpenulis
60% peranpenulis, 40% pembimbing
80% peranpenulis, 20% pembimbing
90% peranpenulis, 10% pembimbing
4
BobotIlmiah
Rendah – sedang
Sedang – tinggi.  Pendalaman / pengembanganterhadapteoridanpenelitian yang ada
Tinggi, Tertinggidibidangakademik.   Diwajibkanmencariterobosandanteoribarudalambidangilmupengetahuan
5
Pemaparan
Dominandeskriptif
DeskriptifdanAnalitis
Dominananalitis
6
Model Analisis
Rendah – sedang
Sedang – tinggi
Tinggi
7
Jumlahrumusanmasalah
Sekitar 1-2
Minimal 3
Lebihdari 3
8
Metode / Ujistatistik
Biasanya  memakaiujiKualitatif / Ujideskriptif, Ujistatistikparametrik (uji 1 pihak, 2 pihak), atauStatistik non parametrik (test binomial, Chi kuadrat, run test), ujihipotesiskomparatif, ujihipotesisasosiatif, Korelasi, Regresi, Ujibeda, Uji Chi Square, dll
BiasanyamemakaiujiKualitatif  lanjut  /  regresiganda, ataukorelasiganda, mulitivariate, multivariate lanjutan (regresi dummy, data panel, persamaansimultan, regresi logistic, Log linier analisis,  ekonometrika static &dinamik, time series ekonometrik) Path analysis, SEM
Samadengantesisdenganmetodelebihkompleks, berbobot yang bertujuanmencariterobosandanteoribarudalambidangilmupengetahuan
9
JenjangPembimbing/ Penguji
Minimal Magister
Minimal Doktordan Magister yang berpengalaman
Minimal ProfesordanDoktor  yang berpengalaman
10
Orisinalitaspenelitian
Bisareplikapenelitian orang lain, tempatkasusberbeda
Mengutamakanorisinalitas
Harusorisinil
11
Penemuanhal-hal yang baru
Tidakharus
Diutamakan
Diharuskan
12
Publikasihasilpenelitian
Kampus Internal dandisarankannasional
Minimal Nasional
NasionaldanInternasional
13
Jumlahrujukan / daftarpustaka
Minimal 20
Minimal 40
Minimal 60
14
Metode / Program statistik yang biasadigunakan
Kualitatif / Manual, Excel, SPSS dll
Kualitatiflanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll
Kualitatiflanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll

Sumber :