Sabtu, 08 Oktober 2016

Analisis CSR HYPERMART

1. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

CSR adalah sebuah pendekatan dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksi merekadengan para pemangku kepentingan (stakeholders) berdasarkan prinsip kesukarelaan dan kemitraan (Nuryana, 2005).

Sedangkan menurut Schermerhorn (1993) memberi definisi CSR sebagai suatu kepedulian organisasi bisnis untuk bertindak dengan cara-cara mereka sendiri dalam melayani kepentingan organisasi dan kepentingan publik eksternal.

CSR secara umum diartikan sebagai kumpulan kebijakan dan praktek yang berhubungan dengan stakeholder, nilai-nilai, pemenuhan ketentuan hukum, penghargaan masyarakat dan lingkungan; serta komitmen dunia usaha untuk berkontribusi dalam pembangunan secara berkelanjutan ,Corporate Social Responsibility (CSR) tidak hanya merupakan kegiatan karikatif perusahaan dan tidak terbatas hanya pada pemenuhan aturan hukum semata.

2.  TEORI

2.1  PENGERTIAN CSR

Banyak perusahaan yang memilih program CSR di bidang edukasi. Program seperti ini kebanyakan memfokuskan pada edukasi bagi generasi mendatang, pengembangan kewirausahaan, pendidikan finansial, maupun pelatihan-pelatihan. PT. Astra International Tbk, misalnya,telah membentuk Politeknik Manufaktur Astra, yang menelan dana puluhan milyar. Selain itu, ada jugaprogram dari HM Sampoerna untuk mengembangkanpendidikan melalui Sampoerna Foundation, untuk program ini, Sampoerna sendiri telah mengucurkan dana tak kurang dari 47 milliar:

Corporate Social Responsibility dan Pekerjaan Sosial Industri
Keterkaitan antara PSI dan CSR didorong oleh terjadinya kecenderungan pada masyarakat industry yang dapat disingkat sebagai fenomena DEAF (yangdalam Bahasa Inggris berarti tuli) sebuah akronim dari Dehumanisasi, Equalisasi, Aquariumisasi, dan Feminisasi:

> Dehumanisasi industri.

Efisiensi dan mekanisasi yang semakin menguatdi dunia industri telah menciptakan persoalanpersoalan kemanusiaan baik bagi kalangan buruh diperusahaan tersebut, maupun bagi masyarakat di sekitar perusahaan. “Merger mania” dan perampingan perusahaan telah menimbulkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja dan pengangguran, ekspansi dan eksploitasi dunia industri telah melahirkan polusidan kerusakan lingkungan yang hebat.

> Equalisasi hak-hak publik.

Masyarakat kini semakin sadar akan haknya untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan atas berbagai masalah sosial yang seringkali ditimbulkan oleh beroperasinya perusahaan. Kesadaran ini semakinmenuntut akuntabilitas (accountability) perusahaan bukan saja dalam proses produksi, melainkan pula dalam kaitannya dengan kepedulian perusahaan terhadap berbagai dampak sosial yang ditimbulkannya.

> Aquariumisasi dunia industri.

Dunia kerja kini semakin transparan dan terbuka laksana sebuah akuarium. Perusahaan yang hanya memburu rente ekonomi dan cenderung mengabaikan hukum, prinsip etis dan filantropis tidak akanmendapat dukungan publik. Bahkan dalam banyakkasus, masyarakat menuntut agar perusahaan seperti ini ditutup.

> Feminisasi dunia kerja.

Semakin banyaknya wanita yang bekerja menuntut penyesuaian perusahaan bukan saja terhadap lingkungan internal organisasi, sepertipemberian cuti hamil dan melahirkan, keselamatan dan kesehatan kerja.

2.2  FUNGSI ATAU PERAN STRATEGIS CSR

CSR memiliki fungsi atau peran strategis bagi perusahaan, yaitu sebagai bagian dari manajemen risiko khususnya dalam membentuk katup pengaman sosial (social security).   Selain itu melalui CSR  perusahaan juga dapat membangun reputasinya, seperti meningkatkan citra perusahaan maupun pemegang sahamnya, posisi merek perusahaan, maupun bidang usaha perusahaan.

2.3  MANFAAT CSR

Berikut ini adalah manfaat CSR bagi masyarakat:
1.Meningkatknya kesejahteraan masyarakat sekitar dan kelestarian
lingkungan.
2. Adanya beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah tersebut.
3. Meningkatnya pemeliharaan fasilitas umum.
4. Adanya pembangunan desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.

Berikut ini adalah manfaat CSR bagi perusahaan:

1.      Meningkatkan citra perusahaan.
2.      Mengembangkan kerja sama dengan perusahaan lain.
3.      Memperkuat brand merk perusahaan dimata masyarakat.
4.      Membedakan perusahan tersebut dengan para pesaingnya.
5.      Memberikan inovasi bagi perusahaan

3.  HYPERMART

Perjalanan Hypermart merintis langkahnya di Indonesia tak bisa dikatakan singkat. Mulai beroperasi pada 2004, Hypermart yang kala itu hadir sebagai peritel paling bungsu, mengejar ketertinggalannya untuk menunjukkan kepada publik: Inilah peritel asli Indonesia yang lahir dari Bumi Pertiwi dan mampu bersaing dengan peritel asing.

Kini, di usianya yang ke-10 Hypermart ingin menunjukkan bahwa keinginannya menjadi No.1 Multi Format Food Retail di Indonesia bukanlah sebuah mimpi semata. Di usia yang masih muda, Hypermart menjadi hypermarket pertama yang berhasil membuka gerai ke-100 di Indonesia.

4.  ANALISIS CSR HYPERMART INDONESIA

  • ·         Hypermart menyerahkan Donasi Pelanggan ke yayasan Kanker Indonesia. Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis leh Direktur Public Relation MFD, Danny Kojongian kepada Ketua Dewan Pembina Yayasan Kanker Indonesia, Ibu Karlinah Umar Wirahadikusumah disaksikan oleh Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof.DR.Dr.Nila Moeloek, Sp.M(K) pada acara Perayaan HUT ke 37 Yayasan Kanker Indonesia, 22 April 2104.




  • ·         Dalam rangka memperingati hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap tanggal 4 September, Hypermart turut serta berpatisipasi dalam acara parade simpatik, pada hari Minggu tanggal 1 September 2013 di Bundaran Indonesia. Keikutsertaan Hypermart sebagai bentuk komitmen dan rasa terima kasih terhadap para pelanggan yang telah memberikan kepercayaan selama ini dan menjadikan Hypermart sebagai pilihan tempat belanja keluarga Indonesia selama lebih dari 9 tahun. Program ini juga didukung oleh organisasi muslim seperti Majelis Taklim , Dompet Dhuafa, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU, Rumah Yatim, dan Ustadz Zacky Mirza, dan ritel modern Hypermart.

  • ·         Hypermart bersama Dompet Dhuafa melaunching program infak via kasir di Atrium Mall Cibubur Junction, Kamis 11 Juli 2013. Program infak via kasir Hypermart tahun 2013 merupakan program tahun ke-8 kerjasama Dompet Dhuafa dan PT. Matahari Putra Prima, Tbk.

  • Seremonial dukungan 1000 Pampers bekerjasama dengan hypermart, Rumah Zakat, Mother&Baby, Good Housekeeping dan 90.4 Cosmopolitan FM di Kampung Duri Semanan, Kalideres - Jakarta Barat.

  • ·         Hypermart menyerahkan Donasi uang kembalian untuk korban banjir melalui OBI (Obor Berkat Indonesia).

  • ·         Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Hypermart dan P&G berkolaborasi  menyelenggarakan ‘Program CSR Anak’. Sejak lama Hypermart telah menggagas program CCS (Children, Community dan Supplier), salah satu bagian dari program kepedulian Hypermart yang meliputi bidang kesejahteraan, sosial dan lingkungan di Indonesia.

  • ·         Menandai perayaan Idul Adha atau Idul Kurban, Hypermart dan kecap Bango berbagi suka cita dengan membagikan daging kurban kepada masyarakat di Masjid Luar Batang, Pluit, Jakarta Utara, Minggu (6/11).

  • ·         Program CCS (Children, Community dan Supplier) adalah salah satu bagian dari program kepedulian Hypermart yang meliputi bidang kesejahteraan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi di Indonesia.

  • Salah satu program Hypermart yang terfokus pada pemberdayaan ekonomi adalah peluncuran program  “Pojok Demo Sahabat UKM” yang bekerjasama dengan Kementrian Perdagangan melalui Pusat Dagang Kecil dan Menengah (PDKM), yang juga tergabung dalam APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia). Salah satu contohnya adalah Dhini, yang merasa senang dan bangga atas kesempatan bermitra dengan Hypermart. Tujuan  utama dari program tersebut adalah meningkatkan kompetensi dan kapasitas UKM dalam dunia usaha. Hingga kini Hypermart telah menjadi mitra bagi sekitar 900 UKM.

http://www.hypermart.co.id/id/berita/kategori/8-perusahaan




Jumat, 30 September 2016

Analisis Usaha Kost Kostan di Pamulang Berdasarkan Teori Utilitarianisme



1.      Pendahuluan
1.1 Latar Belakang

                  Daerah Sekitar kampus  merupakan pasar yang potensial bagi setiap pemilik modal yang ingin membuka usahanya baik yang berhubungan dengan sektor jasa mupun barang. Salah satu usaha jasa yang umumnya terkenal adalah usaha penyewaan tempat tinggal sementara atau yang biasa disebut dengan kos. Banyak pemilik modal yang menanamkan modalnya untuk bisnis kos ini karena bisnis kos merupakan bisnis yang potensial dan tidak terikat oleh waktu sehingga sampai kapanpun bisnis ini tetap dibutuhkan khususnya bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota.
                  Banyak kos yang sudah berdiri di sekitar daerah sekitar Universitas Pamulang . Kos yang ada pun bermacam-macam baik dari segi fasilitas dan harga yang ditawarkan. Oleh karena itu dibutuhkaan strategi pemasaran yang tepat agar menarik konsumen.
                  Dari awal berdirinya sampai saat ini kost ini masih tetap menarik konsumen untuk menyewa tempat itu sebagai tempat tinggal sementaranya. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa saja yang memilih untuk bertempat tinggal sementara disana tetapi ada juga karyawati yang juga tinggal disana.
            Dengan adanya latar belakang dari permasalahan ini penulis mengkaji tentang strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan bisnis antar kos di daerah sekitar Universitas Pamulang  karena dari sekian banyak kost yang ada kost ini masih menjadi pilihan bagi mahasiswa maupun karyawati yang ingin bertempat tinggal sementara di daerah sekitar kampus Universitas Pamulang.
Kualitas pendidikan disetiap daerah di Indonesia berbeda, hal itu akan terlihat mencolok apabila membandingkan kualitas pendidikan di daerah terpencil dengan pendidikan yang letaknya di perkotaan. Karena itu banyak pemuda pemudi yang merantau dari daerahnya untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi dengan kualitas pendidikan yang lebih baik. Dengan adanya peristiwa tersebut, di daerah yang memiliki sekolah bermutu baik akan menarik banyak pemuda pemudi untuk menuntut ilmu disana. Dikarenakan jauhnya jarak serta lamanya waktu untuk menuju sekolah dari rumah, warga setempat berinisiatif untuk membuka suatu usaha salahsatunya yaitu penyewaan kamar kost.

Apabila diamati secara mendalam, perbedaan perilaku dan kebiasaan remaja yang tinggal dengan orangtuanya tentu berbeda dengan remaja yang hidup terpisah dengan keluarga karena kost. Perbedaan tersebut antara lain, perbedaan pengeluaran, kemandirian, kebebasan dalam bergaul dan sebagainya

2.      Teori
2.1 Pengertian
Utilitarianisme adalah paham dalam filsafat moral yang menekankan manfaat atau kegunaan dalam menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar, untuk menentukan bahwa suatu perilaku baik jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat. dalam konsep ini dikenal juga “Deontologi” yang berasal dari kata Yunani “deon” yang berarti kewajiban. Deontologi adalah teori etika yang menyatakan bahwa yang menjadi dasar baik buruknya suatu perbuatan adalah kewajiban seseorang untuk berbuat baik kepada sesama manusia, sebagaimana keinginan diri sendiri selalu berlaku baik pada diri sendiri.
Menurut paham Utilitarianisme bisnis adalah etis, apabila kegiatan yang dilakukannya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya pada konsumen dan masyarakat. jadi kebijaksanaan atau tindakan bisnis yang baik adalah kebijakan yang menghasilkan berbagai hal yang baik, bukan sebaliknya malah memberikan kerugian.
2.2 Jenis Utilitarianisme
      Teori utilitarianisme dibedakan menjadi dua, yakni:

1.       Utilitarianisme tidakan
Utilitarianisme tidakan yaitu sebuah tindakan dianggap baik jika tindakan itu membawa kesan yang menguntungkan.
2.       Utilitarianisme peraturan
Utilitarianisme peraturan yaitu sesuatu dipandang baik kalau tindakan itu berguna dan tidak melanggar peraturan yang ada.


2.3 Analisis Keuntungan dan Kerugian
  • Keuntungan dan kerugian (cost and benefits) yang dianalisis jangan semata-mata dipusatkan pada keuntungan dan kerugian bagi perusahaan, kendati benar bahwa ini sasaran akhir. Yang juga perlu mendapat perhatian adalah keuntungan dan kerugian bagi banyak pihak lain yang terkait dan berkepentingan, baik kelompok primer maupun sekunder. Jadi, dalam analisis ini perlu juga diperhatikan bagaimana daan sejauh mana suatu kebijaksanaan dan kegiatan bisnis suatu perusahaan membawa akibat yang menguntungkan dan merugikan bagi kreditor, konsumen, pemosok, penyalur, karyawan, masyarakat luas, dan seterusnya. Ini berarti etika utilitarianisme sangat sejalan dengan apa yang telah kita bahas sebagai pendekatan stakeholder.
  • Seringkali terjadi bahwa analisis keuntungan dan kerugian ditempatkan dalam kerangka uang (satuan yang sangat mudah dikalkulasi). Yang juga perlu mendapat perhatian serius adalah bahwa keuntungan dan kerugian disini tidak hanya menyangkut aspek financial, melainkan juga aspek-aspek moral; hak dan kepentingan konsimen, hak karyawan, kepuasan konsumen, dsb. Jadi, dalam kerangka klasik etika utilitarianisme, manfaat harus ditafsirkan secara luas dalam kerangka kesejahteraan, kebahagiaan, keamanan sebanyak mungkin pihhak terkait yang berkepentingan.
  • Bagi bisnis yang baik, hal yang juga mendapat perhatian dalam analisis keuntungan dan krugian adalah keuntungan dan kerugian dalam jangka panjang. Ini penting karena bias saja dalam jangka pendek sebuah kebijaksanaan dan tindakan bisnis tertentu sangat menguntungkan, tapi ternyata dalam jangka panjang merugikan atau paling kurang tidak memungkinkan perusahaan itu bertahan lama. Karena itu, benefits yang menjadi sasaran utama semua perusahaan adalah long term net benefits.



Kelemahan Etika Utilitarianisme
  • Manfaat merupakan konsep yang begitu luas sehingga dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit.
  • Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan niali suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya.
  • Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang.
  • Variable yang dinilai tidak semuanya dapat dikualifikasi.
  • Seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarianisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dalam menentukan prioritas di antara ketiganya.
  • Etika utilitarianisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas.


3.      Analisis

            Bisnis kost kostan ini membuat usaha lain juga ikut berdatangan, seperti warung, laundry dan gerai pulsa. Hal ini merupakan sesuatu yang positif karena membantu perputaran uang terjadi di daerah tersebut dan membantu perekonomian orang-orang yang tinggal di daerah tersebut. Selain itu, penghuni kos mendapat kemudahan ketika berangkat ke luar atau ke tempat kerja, karena lokasi rumah kos yang strategis. Penghuni kos tidak perlu susah payah untuk mencari tanah kosong, membangun rumah dari awal, karena tersedia rumah kos tersebut yang menyediakan jasa tempat tinggal dengan metode pembayaran sewa yang dibayar tiap bulan. Selain itu juga rumah kos tersebut tidak terlalu jauh dari rumah ibadah seperti masjid dan gereja, sehingga memudahkan penghuninya untuk pergi beribadah. Dari segi sosial, rumah kos tersebut merupakan sarana/wahana dalam mencari teman baru. Sering saya temukan ketika berkunjung ke rumah kos tersebut, penghuni-penghuninya sering menghabiskan waktu bersama, seperti bermain kartu, becanda, merayakan tahun baru bersama dan banyak kegiatan sosial lainnya.
            Menurut teori Utilitarianisme, usaha rumah kos tersebut memberikan manfaat bagi banyak orang terutama penghuni kos tersebut, dari sisi finansial, sosial, religius dan masih banyak lagi. Hal ini ditunjukkan dengan manfaat yang diterima oleh orang banyak ketimbang pihak individual.

Berdasarkan analisis di atas, maka ditemukan bahwa tujuan usaha rumah kos harus dirombak lebih lanjut agar tujuannya tidak hanya memperoleh laba semata, melainkan juga menjaga lingkungan sekitarnya agar bebas dari polusi. Selain itu juga diperlukan rasa peduli yang tinggi dari penghuni rumah kos agar tercipta nuansa yang lebih tenang  di rumah kos tersebut.




Minggu, 29 Mei 2016

SINTESIS



Sintesis (berasal dari bahasa Yunani syn = tambah dan thesis = posisi) yang biasanya berarti suatu integrasi dari dua atau lebih elem yang ada yang menghasilkan suatu hasil baru. Istilah ini mempunyai arti luas dan dapat digunakan ke fisika, ideologi, dan fenomenologi.
Sintesis/sin·te·sis/ /sintésis/ n 1 paduan (campuran) berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras.
Contoh Membuat Sintesis:
  1. Pengertian Strategi
Menurut William F. Glueck dan Lawrence R. Jauch dalam Dr. H. Nana Herdiana Abdurrahman, S.E., Ak., M.M. (2000 : 197), Strategi adalah suatu kesatuan rencana yang menyeluruh, komprehensif, dan terpadu yang diarahkan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Menurut Chandler dalam Freddy Rangkuti (1992 : 3), Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya.
Menurut Learned, Christensen, Andrews, dan Guth dalam Freddy Rangkuti (1965 : 3), Strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. Dengan demikian salah satu focus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak ada.
Menurut Argyris dalam Freddy Rangkuti (1985 : 4), Mintzbreg dalam Freddy Rangkuti (1979 : 4), Steiner dan Miner dalam Freddy Rangkuti (1977 : 4), Strategi merupakan respons secara terus-menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat memengaruhi organisasi.
Menurut Porter dalam Freddy Rangkuti (1985 : 4), Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing.
Menurut Andrews dalam Freddy Rangkuti (1980 : 4), Chaffe dalam Freddy Rangkuti (1985 : 4), Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholders, seperti stakeholders, debtholders, manajer, karyawan, konsumen, komunitas, pemerintah, dan sebagainya, yang baik secara langsung maupun tidak langsung menerima keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan oleh perusahaan.
Menurut Hamel dan Prahalad dalam Freddy Rangkuti (1995 : 4), Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, perencanaan strategi hamper selalu dimulai dari “apa yang dapat terjadi”, bukan dimulai dari “apa yang terjadi”. Terjadinya kecepatan inovasi pasar baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetisi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
Jadi, Strategi adalah taktik atau cara yang direncanakan/ disusun oleh suatu perusahaan agar dapat mencapai tujuan perusahaan tersebut.
  1. Pengertian Pemasaran
Menurut Djaslim dalam Dr. H. Nana Herdiana Abdurrahman, S.E., Ak., M.M. (2003 : 2), Pemasaran adalah suatu system total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi, mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
Menurut Kotler dan Armstrong dalam Dr. H. Nana Herdiana Abdurrahman, S.E., Ak., M.M. (2009 : 2), Pemasaran di definisikan sebagai suatu fungsi organisasi dan seperangkat proses yang menciptakan…..komunokasikan menyampaikan…..pada pelanggan dan untuk mengelola kerelasian pelanggan untuk mencapai benefit bagi organisasi (stakeholder).
Menurut Kotler (2004 : 7) , Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalam individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Menutut Boyd (2000 : 4), Pemasaran adalah suatu proses yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain.
Menurut Downey (2002 : 3), Pemasaran didefinisikan sebagai telaah terhadap aliran produk secara fisik dan ekonomik dari produsen melalui pedagang perantara sampai ke tangan konsumen.
Jadi, Pemasaran adalah suatu proses yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting seperti menciptakan produk, menawarkan serta memperkenalkan produk, mementukan harga, menyalurkan/ mendistribusikan barang-barang agar konsumen tertarik terhadap produk yang kita tawarkan dan dapat mencapai tujuan perusahaan.
Referensi:



GEOPARK CILETUH


Geopark Ciletuh merupakan salah satu tempat wisata yang terletak di kawasan Jampang tepatnya Kec. Ciemas Kabupaten Sukabumi. Bernama Ciletuh karena ada sungai Ciletuh yang membelah Kecamatan Ciemas. Disana terdapat tebing/ bukit, pegunungan, air terjun (curug), kebun teh, laut serta sawah.
Pada tanggal 8 Mei 2016 saya bersama 5 teman saya yaitu Andre, Rendi, Reyn, Robbi, dan Ryan pergi ke Geopark Ciletuh, menggunakan mobil pribadi. Kami pergi sekitar pukul 19.30 WIB dari Cibinong-Bogor dan sampai Ciawi sekitar pukul 20.00 WIB. Dari Ciawi kami berhenti sejenak untuk beli makan di daerah Cibadak kemudian melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi dan memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 3 jam 30 menit. Dari Sukabumi menuju Ciletuh memakan waktu sekitar 4 jam. Kami tiba di kawasan Geopark Ciletuh pukul 03.30 WIB. Kami mencari penginapan di sekitar Pantai Palangpang dan akhirnya kami menemukan penginapan Ratu Pantai. Kami menginap disana sekitar 2 hari 1 malam dan membutuhkan biaya sebesar Rp 250.000,-.

Di hari pertama kami menuju ke Curug Cimarinjung yang berada di Desa Ciemas, beberapa kilometer dari pesisir Pantai Palangpang, curug itu sudah bisa terlihat. Suasana pedesaan sangat terasa saat menuju Curug Cimarinjung, saat dalam perjalanan  kita dapat menikmati hamparan sawah di sisi kiri dan kanan. Untuk menuju ke Curug Cimarinjung kita diharuskan berjalan kaki sekitar 400 meter bila diukur dari sebongkah batu rasaksa yang mendakan bahwa kita sudah sampai gerbang masuk menuju curug tersebut. Biaya untuk masuk ke Curug Cimarinjung sebesar Rp 3.000,- per orang. Curug ini memiliki ketinggian sekitar 45 m dan mengalir di Sungai Cimarinjung.
Curug Cimarinjung



Setelah dari Curug Cimarinjung kami kembali ke penginapan untuk istirahat sejenak. Waktu istirahat sudah cukup dan kami bersiap kembali untuk menuju Curug yang lainnya. Curug yang selanjutnya adalah Curug Cikanteh dan Curug Sodong.
Curug Cikanteh dan Curug Sodong berlokasi di Dusun Cikanteh, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Biaya masuk sekitar Rp 5.000,- per orang. Untuk menuju ke curug ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari pusat desa Ciwaru. Untuk menempuh ke Curug Cikanteh cukup sulit karena jalan menuju Curug Cikanteh sedikit menanjak dengan trek yang sangat sempit dan berada di samping jurang yang merupakan bagian pinggir dari sungai yang juga merupakan aliran Curug Sodong, kemudian kita harus menyeberang sungai, melewati batu-batu besar dan menerobos semak-semak. Woww ketika kami sampai di Curug Cikanteh, kami sangat terkesan dengan keindahannya. Langsung saja kami mengabadikan momen saat berada di curug ini. Berjam-jam kami berada di Curug Cikanteh, curug ini terasa seperti milik kami. Bagaimana tidak merasa demikian kalau hanya kita ber 6 lah yang berada disana saat itu.

Curug Cikanteh


 

Ketika sedang asik berfoto hujanpun turun, kami memutuskan untuk pindah ke lokasi selanjutnya yaitu Curug Sodong. Kamipun kembali melawati jalan yang cukup sulit apalagi sedang turun hujan.


Curug Sodong merupakan air terjun terakhir dari rangkaian Curug Cikanteh yang alirannya berasal dari Sungai Cikanteh. Curug Sodong memiliki kolam yang cukup lebar dan sangat dalam.


Curug Sodong

Kami tidak belama-lama ketika di Curug Sodong karena sudah merasa cukup lelah. Kamipun memutuskan untuk kembali ke penginapan karena sudah sore hari. Sesampainya di penginapan kami istirahat sejenak dan mandi. Malam hari tiba, kami memutuskan untuk mencari makan. Disekitar penginapan tidak ada rumah makan atau yang berjualan makanan, yang ada hanya warung kecil yang menyediakan  minuman dan makanan ringan.
Dengan menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit kami menemukan warung yang menjual nasi goreng. Harga nasi gorengnya cukup murah 1 porsi hanya Rp 10.000,-. Setelah makan kami kembali ke penginapan. Sesampainya di penginapan kami merasa jenuh dan memutuskan  bermain kartu.

Penginapan Ratu Pantai

Ga kerasa udah larut malam kami memutuskan untuk tidur karena harus bangun jam 04.00 WIB karena kami akan kembali ke rumah.
Pagi haripun tiba kami bersiap untuk pulang ke rumah, tetapi sebelum kembali ke rumah kami akan ke 1 tempat lagi yaitu ke Tebing Panenjoan atau dikenal dengan Bukit Panenjoan.

Bukit Panenjoan



Panenjoan merupakan sebuah daerah ketinggian/ tebing, dengan ketinggian kurang lebih 250 mdpl yang terletak di kawasan Taman Bumi Ciletuh (Geopark Ciletuh) Desa Taman Jaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Panenjoan berasal dari kata “tenjo” bahasa Sunda, yang artinya “lihat” (tingali). Di bawah tebing Panenjoan bisa di lihat hamparan sawah dan perkampungan warga. Ada 3 desa yang terletak di bawah tebing Panenjoan tersebut, yaitu desa Ciwaru, Mandra Jaya, dan Mekar Sakti. Selain bisa melihat perkampungan warga, kita juga bisa melihat bentang alam berupa deretan bukit-bukit yang berjejer. Selain itu, dari tebing Panenjoan tampak jelas dengan mata telanjang menghampar Samudera Hindia yang membentuk Teluk Ciletuh dengan pesisir Pantai Palangpang beserta pulau kecil.

Setelah selesai mengabadikan moment di Bukit Panenjoan, kami melanjutkan perjalanan kembali ke rumah.
Setelah menempuh perjalanan  yang cukup memakan waktu lama, akhirnya kami tiba di rumah Andre sekitar pukul 16.30 WIB.
Selesai sudah perjalanan kami ke Sukabumi. Buat kalian yang ingin ke sana bisa menggunakan mobil pribadi dan disarankan  menggunakan waze agar mudah menemukan lokasi Geopark Ciletuh. Jangan lupa subscribed dan lihat perjalanan kami di https://www.youtube.com/channel/UCoDHerLo3pCv38PE4_zrU9A dan follow Instagram kami http://instagram.com/goingtoproject. Terima Kasih..